PENGUATAN MODERASI BERAGAMA MELALUI DIALOG KERUKUNAN INTERN KRISTEN DI MAMASA

Authors

  • stepanus stepanus Sekolah Tinggi Teologi Mamasa
  • Yeni Cristiani
  • Desriani Langisikande
  • Hengki Gunawan
  • Jhuniarty Ewanan

DOI:

https://doi.org/10.70585/abdidalem.v2i1.126

Keywords:

Dialog Lintas Denominasi, Kerukunan Intern Kristen, Moderasi Beragama, STT Mamasa, Kementerian Agama Mamasa

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membangun dan memperkuat kerukunan intern umat Kristen melalui dialog lintas denominasi di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Dialog dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya ruang komunikasi terbuka antar gereja yang berbeda denominasi, yang dapat memicu sekat sosial dan menghambat semangat pelayanan bersama. Kegiatan dilaksanakan oleh tim dosen Sekolah Tinggi Teologi Mamasa bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamasa, dengan melibatkan 40 peserta dari unsur ASN Kristen, pemimpin gereja, dan komunitas pemuda lintas denominasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif reflektif melalui forum dialog terbuka, observasi langsung, dan evaluasi kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dialog ini meningkatkan pemahaman lintas gereja, memperkuat relasi sosial antar umat, serta mendorong terbentuknya komitmen bersama untuk menjalin kerja sama pelayanan. Kegiatan ini menjadi contoh praktik baik dalam membangun budaya damai dan ekumenisme kontekstual di tengah masyarakat Kristen yang beragam.

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abu-Nimer, M. (2001). Reconciliation, Justice, and Coexistence: Theory and Practice. Lexington Books.

Armstrong, K. (2006). The Great Transformation: The Beginning of Our Religious Traditions. Knopf.

Azra, A. (2006). Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Logos Wacana Ilmu.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Mamasa. (2023). Kabupaten Mamasa dalam Angka. Mamasa: BPS.

Cavanagh, W. T. (2009). The Myth of Religious Violence: Secular Ideology and the Roots of Modern Conflict. Oxford University Press.

Cornille, C. (2013). The Im-Possibility of Interreligious Dialogue. Crossroad Publishing Company.

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mamasa. (2022). Laporan Tahunan Kegiatan Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten Mamasa. Mamasa: FKUB.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Moderasi Beragama. Jakarta: Balitbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2021). Moderasi Beragama: Konsep dan Implementasi. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI.

Robbins, S. P. (2006). Organizational Behavior (10th ed.). New Jersey: Pearson Prentice Hall.

Siregar, S. (2017). Peran Perguruan Tinggi Keagamaan dalam Moderasi Beragama: Refleksi Teologis terhadap Tantangan Sosial Gereja Masa Kini. Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 3(1), 45–56.

Sumartana, T. (1999). Pluralisme, Konflik dan Pendidikan Agama: Beberapa Pemikiran tentang Pendidikan Agama dalam Masyarakat Majemuk Indonesia. Yogyakarta: Interfidei.

Tillich, P. (dalam Siregar, 2017). Teologi sebagai Ilmu Publik: Kajian terhadap Peran Sosial Pendidikan Teologi. Dikutip dalam Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 3(1).

Woodward, M. (2011). Java, Indonesia and Islam. Springer.

Downloads

Published

2025-05-02

How to Cite

stepanus, stepanus, Cristiani, Y., Langisikande , D., Gunawan, H., & Ewanan, J. (2025). PENGUATAN MODERASI BERAGAMA MELALUI DIALOG KERUKUNAN INTERN KRISTEN DI MAMASA . ABDI DALEM: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat , 2(1), 30–38. https://doi.org/10.70585/abdidalem.v2i1.126

Issue

Section

Articles